Sidang Jemaat Gereja GKBI waringinsari menggelar kegiatan syukuran ulang tahun ke-106 pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat akan penuh kebersamaan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pelayanan GKBI hingga saat ini. Dalam sejarahnya, GKBI berdiri pertama kali pada tahun 1919 di Citamiang, Kabupaten Ciamis, sebelum akhirnya berpindah dan berkembang di Desa Waringinsari pada tahun 1926. Perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari peran para tokoh dan sesepuh jemaat, diantaranya Mbah Sedrah sebagai sesepuh awal. Hingga saat ini, sesepuh yang masih hidup adalah Mbah Kasiyem yang telah berusia 103 thn, menjadi saksi hidup perjalanan pajang GKBI di Desa Waringinsari.
Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh Anggota Dewan Bpk. Hendri Purnomo, Kepala Desa Waringinsari (Kuswanti), Kasi Pelayanan (Kiswan), serta perwakilan dari kelembagaan Tribina Desa dan LPM desa waringinsari, turut hadir dan memimpin ibadah syukur Bpk. Pendeta Turino, yang memberikan pesan rohani dan penguatan iman kepada seluruh jemaat. Dalam sambutanya, Kepala desa waringinsari Kuswanti menyampaikan Apresiasi atas peran GKBI yang telah berkontribusi dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan kehidupan sosial masyarakat desa selama lebih dari satu abad. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara jemaat, pemerintah desa, dan seluruh unsur masyarakat.
Melalui peringatan HUT Ke 106 ini, Sidang Jemaat GKBI Waringinsari diharapkan terus menjadi bagian penting dalam membangun nilai kebersamaan, kedamaian, serta mendukung kemajuan Desa Waringinsari yang harmonis dan berkelanjutan.